WARTA .............. BERITA .............. KABAR ............... KIM IJO > > > Informasi Mbatu

Salam

SUGENG RAWUH > > > SALAM IJO > > > SALAM SATU JIWA

Minggu, 30 Oktober 2011

Sumpah Pemuda, Bentang Bendera Raksasa




Kiprah pemuda-pemudi Kota Wisata Batu dalam memeriahkan hari sumpah pemuda ke 83 patut diacungi jempol. Betapa tidak, seribu anak muda berpakaian batik mengarak bendera merah putih sepanjang 1000 meter di jalan protokol Kota Wisata Batu, kemarin.Aksi itu dilakukan dalam rangka launching secara nasional gerakan “Generasi Optimis”.

Bendera Merah Putih yang diarak tersebut sebenarnya bukan barang baru, karena sudah dipasang di Jalan Samadi Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu pada Agustus lalu. Namun saat itu panjang bendera belum mencapai satu kilometer. Saat muncul gagasan mengarak bendera satu kilometer, kemudian bendera dijahit lagi hingga mencapai panjang yang diinginkan. 

Butuh waktu sekitar satu bulan untuk menjahit dan menambah panjang bendera hingga 1000 meter. Seluruh masyarakat dan pemuda Pesanggrahan cancut taliwanda untuk mengerjakan misi mereka. Buktinya, hari Minggu kemarin, bendera tersebut benar-benar diarak keliling Kota Batu.

Kali bukan hanya warga Pesanggrahan yang bergerak malah didukung pula oleh pemuda se Kota Batu dan Malang. Total pemuda yang mengarak lebih dari 600 orang, termasuk komunitas yang meramaikan kegiatan itu diperkirakan sudah mencapai 1000 orang. Kirab itu sendiri mulai dilakukan dari Desa Pesanggrahan menuju alun-alun Kota Wisata  Batu sekitar pukul 08.00.
Menurut Simon Purwo Ali Ketua Karang Taruna se Kota Batu, kirab itu dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda ke 83 yang jatuh 28 Oktober 2011. Proses pengerjaan bendera menurut dia dilakukan selama satu bulan. Seluruh pengerjaan dilakukan secara kolektif oleh warga Pesanggrahan tua dan muda. Sementara, start kirab di Jalan Trunojoyo melaju menuju Jalan Panglima Sudirman melalui Kantor Pemkot Batu. Kegiatan itu bertajuk kirab bendera 1000 meter, kirab Hanoman, 1000 pemuda berbatik serta kampanye selamatkan desa selamatkan kota. Bendera tersebut dikawal patung Anoman raksasa setinggi sekitar tiga meter.
Koordinator cukup repot juga mengatur seribu relawan yang bertugas mengaraka bendera. Agar bendera tidak putus, seluruh peserta diminta berjalan pelan-pelan sambil mengikuti instruksi melalui megaphone. Kondisi tersebut cukup menyita perhatian para pengguna jalan.

Yang miris, ketika sampai di perempatan Kelenteng Kota Batu, bendera itu sempat ditabrak pengendara jalan. Sejumlah mobil, sepeda motor serta mikrolet menebas jalur bendera. Mereka tak sabar menunggu kirab bendera selesai. Relawan terpaksa mengangkat bendera itu tinggi-tinggi.

Kendati demikian, relawan yang berasal dari Karang Taruna, Siswa SMK-SMU serta elemen pemuda dari Malang itu tetap bersemangat melanjutkan kirab. Sampai di alun-alun sekitar pukul 10.00 saat itu mereka disambut band lokal Kota Batu. Penggulungan bendera super panjang itu memakan waktu sekitar setengah jam dipandu sepuluh relawan.

M. Anwar koordinator kirab mengatakan ada sejumlah hal yang perlu diketahui oleh masyarakat yakni launching Generasi Optimis. Kata dia, kaum muda saat ini yakin dan optimis Indonesia bakal lebih baik. Nantinya dalam aksi tersebut, seluruh relawan akan menerima penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga.

Kenapa juga mengarak Anoman, kata dia, tokoh itu adalah simbol dari anak-anak muda. Tokoh hanoman lincah dan gesit seperti anak muda namun juga memiliki kebijaksanaan. Sedangkan mengenai kampanye selamatkan desa dan selamatkan kota adalah gerakan para pemuda.

Selasa, 18 Oktober 2011

Sambut HUT Kota Batu, Pelajar Adu Kreatifitas



Banyak kegiatan yang digelar untuk menyambut HUT ke-10 Kota Batu. Minggu kemarin, giliran para pelajar di Kota Batu yang beradu kreatifitas untuk menampilkan karya terbaiknya berupa majalah dinding (Mading). Sekolah yang mengikuti lomba berusaha menampilkan karya terbaiknya di hadapan dewan juri.

Lomba mading yang dipusatkan di Gedung Kesenian Mbatu Aji Art mendapat perhatian Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko. Di sela-sela kegiatannya yang padat, orang nomor satu di Pemkot Batu itu menyempatkan diri untuk melihat hasil kreatifitas para pelajar di kota yang dipimpinnya. Hasilnya, karya yang ditampilkan dengan sekolah-sekolah yang ada di luar Kota Batu, karena mampu menampilkan kreasi terbaiknya dalam bentuk tiga dimensi.
“Kreatifitas memang harus terus diasah dan diuji. Hasilnya sangat bagus. Anak-anak mampu mengembangkan kreatifitasnya dengan gagasan yang kaya nilai seni. Ini harus diapresiasi dengan baik,” kata Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, disela-sela melihat hasil kreatifitas pelajar dalam lomba madding yang digelar Pemkot Batu bersama Forum Wartawan Kota Batu, kemarin.

Ditambahkannya, pembelajaran untuk mengembangkan kreatifitas dan inovasinya tidak hanya cukup melalui bangku sekolah saja. Pengembangan kreatifitas yang dapat membentuk karakter generasi muda dapat terus diasah melalui banyak kegiatan yang dapat membentuk karakter itu sendiri.

Di sekolah maju di luar negeri misalnya, porsi pendidikan di sekolah jauh lebih sedikit. Kegiatan untuk mengembangkan kreatifitas dan inovatif yang mendapat porsi besar untuk diberikan.

Ajang kreatifitas seperti ini harus diperbanyak. Agar anak-anak dapat terus terdorong untuk mengasah kreatifitasnya dan inovasinya. Semakin sering diasah akan semakin mandiri dia dalam berkarya.

Sabtu, 08 Oktober 2011

BATU FLOWER FESTIVAL ke 3




Dalam rangka perwujudan Kota Batu sebagai sentra wisata di Jawa Timur, Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) menggelar Batu Flower Festival (BFF) ke 3 yang merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 8 oktober 2011 bertempat di stadion Brantas kota Batu .  Acara ini dipandegani oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu dan  bersamaan dengan itu dihadiri komunitas Kawanua Bakudapa Sedunia

Selain peserta Batu Flower festival tersebut dari Kota Batu sendiri, yang berasal dari BUMD, SKPD, objek wisata, perhotelan, Desa/Kelurahan se kota Batu, juga dimeriahkan  peserta dari luar kota antara lain Malang, Kediri, blitar, minahasa, tak ketinggalan  beberapa negara lain seperti Eropa, Amerika, dan Australia pun ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara, EE Mangindaan dan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko maupun pejabat dan tamu undangan kehormatan lainnya ini.

Event internasional ini dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Jero Wacik. Sedangkan Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara EE Mangindaan, juga ikut serta hadir., dan mengundang Gubernur Jatim, Gubernur Sulawesi Utara, Bupati/Wali Kota serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata se-Jatim yang mana acara ini dimeriahkan dengan berbagai acara menarik antara lain:

  1. Pawai mobil hias
  2. Flowers fashion show
  3. Atraksi kesenian kota Batu dan Minahasa
  4. Parade music
  5. Drum band, dan masih banyak lagi
 “Pagelaran BFF ini otomatis akan memberdayakan masyarakat melalui petani bunga segar di masyarakat Kota Wisata Batu. Karena disamping terkenal sebagai penghasil buah apel, kota ini juga menjadi pusat penghasil bunga segar, dan event seperti ini diharapkan akan mampu mempromosikan Kota Batu sebagai Kota Wisata dan mampu mengembangkan marketing dan daya saing hasil bunga dari masyarakat Kota Wisata Batu ke seluruh dunia.










 Tari Cakalele dari Minahasa yang menghipnotis penonton


Sabtu, 10 September 2011

Menstimulasi Anak Motorik Halus - Kasar




Kapan dan bagaimana cara melakukan stimulasi dini ?

Stimulasi sebaiknya dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi/balita. misalnya ketika memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, mengajak berjalan-jalan, bermain, menonton TV, di dalam kendaraan, menjelang tidur.

Bayi 0 - 3 bulan
Dengan cara mengusahakan rasa nyaman, aman dan menyenangkan, memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, berbicara, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian, menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak-kotak hitam-putih), benda-benda berbunyi, mengulingkan bayi kekanan-kekiri, tengkurap-telentang, dirangsang untuk meraih dan memegang mainan

Umur 3 - 6 bulan
Ditambah dengan bermain ΄cilukba΄, melihat wajah bayi dan pengasuh di cermin, dirangsang untuk tengkurap, telentang bolak-balik, duduk.

Umur 6 - 9 bulan
Ditambah dengan memanggil namanya, mengajak bersalaman, tepuk tangan, membacakan dongeng, merangsang duduk, dilatih berdiri berpegangan.

Umur 9 - 12 bulan
Ditambah dengan mengulang-ulang menyebutkan mama-papa, kakak, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, menggelindingkan bola, dilatih berdiri, berjalan dengan berpegangan.

Umur 12 - 18 bulan
Ditambah dengan latihan mencoret-coret menggunakan pensil warna, menyusun kubus, balok-balok, potongan gambar sederhana (puzzle) memasukkan dan mengeluarkan benda-benda kecil dari wadahnya, bermain dengan boneka, sendok, piring, gelas, teko, sapu, lap.
Latihlah berjalan tanpa berpegangan, berjalan mundur, memanjat tangga, menendang bola,
melepas celana, mengerti dan melakukan perintah-perintah sederhana (mana bola, pegang
ini, masukan itu, ambil itu), menyebutkan nama atau menunjukkan benda-benda.

Umur 18 - 24 bulan
Ditambah dengan menanyakan, menyebutkan dan menunjukkan bagian-bagian tubuh (mana mata? hidung?, telinga?, mulut ? dll), menanyakan gambar atau menyebutkan nama binatang & benda-benda di sekitar rumah, mengajak bicara tentang kegiatan sehari-hari (makan, minum mandi, main, minta dll), latihan menggambar garis-garis, mencuci tangan, memakai celana - baju, bermain melempar bola, melompat.

Umur 2 - 3 tahun
Ditambah dengan mengenal dan menyebutkan warna, menggunakan kata sifat (besar-kecil, panas-dingin, tinggi-rendah, banyak-sedikit dll), menyebutkan nama-nama teman,
menghitung benda-benda, memakai baju, menyikat gigi, bermain kartu, boneka, masak-masakan, menggambar garis, lingkaran, manusia, latihan berdiri di satu kaki, buang air kecil / besar di toilet.

Setelah umur 3 tahun
Selain mengembangkan kemampuan-kemampuan umur sebelumnya, stimulasi juga di arahkan untuk kesiapan bersekolah antara lain : memegang pensil dengan baik, menulis, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana (buang air kecil / besar di toilet), dan kemandirian (ditinggalkan di sekolah), berbagi dengan teman dll.

Perangsangan dapat dilakukan secara profesional di Kelompok Bermain, Taman Kanak-Kanak
atau sejenisnya, namun harus dilanjutkan terus di rumah (oleh pengasuh dan keluarga).

 
 semoga bermanfaat...

Jumat, 05 Agustus 2011

Mengembangkan Kreatifitas Anak



Anak saya yang pertama laki-laki berusia 9 tahun termasuk lamban dan pendiam bila dibandingkan dengan adiknya perempuan yang baru berusia 5 tahun. Ia tidak suka melakukan hal-hal yang baru, termasuk beberapa jenis permainan, alasannya selalu mengatakan "tidak bisa." Dalam kegiatan ekstra-kulikuler di sekolah ia juga tidak berminat sama-sekali. Saya kuatir kreativitasnya tidak berkembang dengan baik. Bagaimana menurut Ibu?

Kreativitas dan potensi anak seharusnya berkembang sejak kecil, dan masa usia pra-sekolah merupakan masa-masa yang paling efektif. Pada usia ini mereka memiliki kreativitas alami yang seringkali muncul dalam keinginan tahu yang besar, mereka sering bertanya, senang meniru dan tertarik menjajaki lingkungannya. Bahkan dalam permainan, anak pra-sekolah sudah dapat mengembangkan imajinasi dan potensi yang ada dalam dirinya.

Pada saat-saat seperti inilah peranan orang-tua sangat besar dalam menyediakan sarana yang cocok, memberikan waktu dan perhatian yang besar bagi anak. Ahli pendidikan Beck (1997) mengatakan, Studies of the backgrounds of talented children and highly accomplished adults often reveal homes rich in reading materials and other stimulating activities and parents who emphasizes intellectual curiosity and are highly accepting their youngster's individual characteristics.

Penelitian yang dilakukan pada anak-anak yang berbakat dan orang- orang yang berprestasi ternyata menunjukkan bahwa mereka kebanyakan berasal dari keluarga yang kaya dengan bacaan, aktivitas-aktivitas yang merangsang pemikiran, juga orang-tua yang menekankan keingintahuan serta yang menerima keunikan pribadi setiap anak.

Di pihak lain kreativitas orang-tua sering bersangkut-paut dengan pemilihan jenis permainan anak-anak mereka. Memang memilih permainan yang edukatif merupakan tantangan yang tersendiri. Banyak orang-tua yang tidak terlatih, sehingga permainan-permainan edukatif yang mereka pilih justru menghilangkan bagian penting dari jiwa anak yang menikmati, bercanda dan bermain dengan riang gembira. Orang-tua seharusnya waspada bahwa tidak setiap alat permainan yang mahal mempunyai unsur edukatif yang sehat, sesuai dengan keunikan si anak dan fase pertumbuhan jiwanya.

Memang satu pihak orang-tua melihat makin beragamnya jenis permainan yang ditawarkan di toko-toko, tetapi dipihak lain mereka sulit memilih jenis mainan yang dapat membantu perkembangan daya kreatif anak. Jadi,
1. Perlu bagi orang-tua untuk mengenali keunikan pribadi setiap anak. Banyak anak yang tidak menaruh minat pada apa yang orang-tua anggap"sangat menarik." Dalam hal ini orang-tua tidak perlu memaksakan kehendak mereka. Mungkin ada anak-anak yang lebih lambat dalam hal-hal tertentu. Biarkan secara natural selera mereka berkembang sendiri, karena sikap memaksa dari pihak orang-tua seringkali menghambat atau justru memperlambat keinginan si anak untuk belajar dengan memakai sarana-sarana yang baru.

2. Orang-tua juga perlu konsisten dan menciptakan suasana yang kondusif bagi anak untuk belajar. Hal ini sebaiknya dimulai pada usia sedini mungkin, dan secara khusus pada usia 3-5 tahun di mana keinginan tahu (curiosity) anak sedang berkembang dan potensi kreativitas mereka siap untuk dikembangkan. Jangan sampai usia-usia kritis ini terlewatkan begitu saja, karena orang-tua seringkali tidak menyadari betapa pentingnya kehadiran mereka untuk merangsang kreativitas. Akibatnya, mereka baru sadar setelah anak masuk ke sekolah formal atau sekolah dasar dan potensi kreativitas anak yang sudah mulai menurun bahkan mandeg pada tahun-tahun setelah itu.

3. Tidak dapat disangkali bahwa setiap orang-tua mengharapkan anak- anak dapat melakukan yang terbaik dan sukses di kemudian hari.

Namun perlu disadari, seringkali keinginan ini membuat orang-tua melakukan tekanan yang berlebihan terhadap anak. Tekanan untuk membuat anak hebat, bahkan memaksakan kehendak agar anak-anaknya melebihi anak- anak lain, seringkali menjadi kebanggaan semu yang ada dalam batin orang-tua. Sukses orang-tua dianggap identik dengan sukses anak, sehingga banyak orang-tua yang cenderung selalu mencampuri dan mengambil alih tanggung jawab si anak. Dengan demikian orang-tua merebut inisiatif anak dengan menentukan apa yang mereka harus dipelajari, kapan, dan kepada siapa mereka harus belajar. Tanpa sadar mereka sendirilah yang sebenarnya menjadi sumber penghambat perkembangan kreativitas anak.

Patut disayangkan bahwa banyak program untuk anak-anak balita yang berorientasi pada achievement (hasil yang dapat dicapai) namun bukan pada pengembangan imajinasi anak. Kreativitas anak biasanya dikembangkan melalui daya imajinasi baik dalam bentuk permainan ataupun membiarkan pikiran melayang mengikuti apa yang ia bayangkan, seperti yang dikatakan oleh Gross (1991),

Imagination involves play, letting the mind wander and seeing what it comes up on its own. Since imagination is crucial to creativity, it should come as no surprise that creativity is just as playful...

Imajinasi termasuk permainan, membiarkan pikiran melayang dengan bebas membentuk apa saja yang muncul dalam angan-angan mereka. Imajinasi sangat penting untuk pengembangan kreativitas, sehingga tidak mengherankan jikalau kreativitas seharusnya berkembang melalui permainan-permainan yang menyenangkan...

Akhir-akhir ini memang banyak orang-tua seperti anda, yang gelisah melihat anak-anak mereka kurang kreatif. Hal ini seringkali baru disadari setelah kesulitan-kesulitan belajar muncul. Penyebabnya bisa bermacam-macam antara lain,
1. Orang-tua yang terlalu melindungi anak dan ini biasanya terjadi banyak pada anak pertama, sehingga kesempatan bagi dirinya untuk belajar justru berkurang. Mungkin anda tanpa sadar, seringkali memaksa anak menyesuaikan diri dengan imajinasi dan fantasi anda sebagai orang-tua. Misalnya, saja pada saat mengajar anak untuk menggambar gunung dan sawah selalu dengan pola dua gunung, petak- petak sawah dan matahari. Pada saat anak mempunyai imajinasi yang berbeda, keinginan anda untuk menegur dan mengkoreksi sangat besar.

Padahal imajinasi dan fantasi dari dirinya sendirilah yang mendorong si-anak untuk bertindak kreatif. Pada anak kedua anda sudah lebih rileks dan fleksible, sehingga kreativitasnya tumbuh dengan lebih baik. Anak pertama biasanya segan mencoba sesuatu yang asing karena ia merasa kurang mampu dan keberhasilannya tidak dapat ia pastikan. Mungkin juga dulu ia pernah beberapa kali mencoba tetapi kurang berhasil dan mendapatkan celaan, sehingga ia kurang berani beresiko lagi.

2. Setiap anak unik, jangan dibanding-bandingkan. Apabila anda membandingkan dengan adiknya justru menghasilkan perasaan inferior sehingga ia merasa diri bodoh. Seringkali bagi anak-anak semacam ini orang-tua perlu untuk dapat menciptakan suasana yang kondusif untuk supaya anak berani mencoba sesuatu yang baru. Anda dapat mulai lebih sering bermain dan berusaha untuk mensejajarkan diri dengannya.
Keikutsertaan anda sebagai orang-tua akan dapat menciptakan semangat yang baru, dan ada keinginan untuk berpartisipasi. Setelah hal ini menjadi pola dalam dirinya anda dapat sedikit demi sedikit membiarkan anak mengembangkan kreativitasnya. Keberhasilan yang anda ungkapkan dalam bentuk pujian, dan dorongan seringkali menjadi perangsang untuk anak lebih berprestasi lagi. Doa saya adalah kiranya Tuhan menolong memberikan keberanian dan ketekunan dalam menerapkan prinsip-prinsip kebenaran yang telah anda ketahui.

Minggu, 10 Juli 2011

Belajar | Penjelasan Definisi Belajar








Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

Penjelasan Definisi Belajar
  1. Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
  2. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
  3. Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.
  4. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
  5. Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima - hadiah atau hukuman - sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.
perasaan bangga dalam diri karna dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelajari


semangat yaw, belajarnya....

Kamis, 23 Juni 2011

JURUSAN KEPERAWATAN UNTUK PENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKAN





Mayarakat kota batu boleh berbangga akan perkembangnan dunia pendidikan di kota batu. Pasalnya tahun ini untuk memenuhi kebutuhan akan dunia pendidikan serta memberi pilihan jurusan bagi calon siswa khususnya yang akan meneruskan ke sekolah menengah kejuruan bisa memilih jurusan sesuai dengan minat dan keahlianya tidak terkecuali jurusan keperawatan tingkat menengah atas yang baru saja di buka tahun ini Di SMK WIYATA HUSADA di bawah naungan yayasan Norma wiytata husada di desa punten kecamatan bumiaji kota batu.

Meski baru di launching tahun ini, namun SMK Wiyata husada yang pada tahun ajaran baru dan membuka jurusan keperawatan,sudah mendapat respont positif dari para orang tua serta pelajar khususnya yang ada di kota batu.

Hal tersebut dapat di lihat dari banyaknya pendaftar calon siswa yang ingin masuk di smk wiyata husada dengan memilih jurusan keperawatan.

Dengan di dukung fasilitas penunjang, baik gedung sekolah serta rumah sakit yang nantinya bisa di jadikan tempat praktek bagi siswa, SMK wiyata husada yang sudah mengantongi ijin penyelenggaraan sekolah dari dinas pendidikan kota batu ini juga memberikan keringatan biaya dengan kepada para calon siswa dengan membebaskan biaya uang gedung pada awal tahun ajaran baru ini.

Sementara itu seperti di ungkapkan Ketua Yayasan Wiyata Husada Dr Trianto Saudin ,di bukanya lembaga pendidikan SMK wiyata husada Rs punten ini merupakan jawaban dari tantangan perkembangan dunia pendidikan saat ini sekaligus memberikan pilihan bagi segenap calon siswa yang akan melanjutkan kejenjang sekolah menengah kejurusan sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

Selain jurusan keperawatan, SMK WIYATA HUSADA pada tahun ajaran kedua nanti juga akan membuka dua jurusan lainya yaitu jurusan analis keseshatan dan asisten apoteker.

Tentu saja dengan di bukanya SMK WIYATA HUSADA ini pihak lembaga sudah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak rumah sakit besar di jawa timur baik untuk kelangsungan proses magang selama satu tahun setelah para siswa mendapatkan teori maupun praktek di sekolah maupun penyerapan kerja bagi siswa berprestasi yagn telah lulus nanti.

Lebih lanjut Trianto menambahkan, untuk menunjang kelangsungan pendidikan di SMK wiyata, para siswa akan didik oleh guru pengajar provesional baik guru praktisi yang sebagian besar adalah dokter dan lainya di ambil dari sarjana SI dan D3 keperawatan serta guru normatif dan adaktif yang akan mengajar mata pelajaran seperti agama, bahasa, matematika dan palajaran lainya yang merupakan hasil rekrutment melalui sistim selecksi ketat sehingga menghasilkan guru guru yang berkompeten di bidangnya.

Minggu, 12 Juni 2011

BNN AKAN BENTUK ENAM SEKOLAH ANTI NARKOBA





Enam sekolahan di Kota Batu akan dijadikan sekolah anti narkoba, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu. Sejumlah satgas anti narkoba pun akan ditempatkan di enam sekolah tersebut, untuk mendeteksi dini pengguna narkoba atau zat terlarang lainnya, di enam sekolah yang menjadi pilot project ditahun 2012 itu.

Rencana pembentukan enam sekolahan menjadi sekolah anti narkoba itu, diungkapkan langsung oleh Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu, Sanusi Sahlan, disela-sela kegiatan tes urin yang dilakukan pada 295 murid lulusan SMP se Kota Batu yang akan mendaftar di RSBI SMA Negeri 1 Batu.

Menurut mantan Kapolsekta Klojen itu, pembentukan enam sekolah sebagai pilot project sekolah anti narkoba itu, merupakan upaya dini untuk mencegah masuk dan beredarnya obat-obatan dan zat adictive terlarang lainnya dilingkungan sekolah.

Rencananya, BNN akan membentuk satgas anti narkoba yang beranggotakan para siswa di enam sekolah tersebut. Caranya, beberapa siswa akan dipilih dan diberi pengetahuan khusus tentang aneka obat-obatan dan zat adictive terlarang lainnya. Termasuk cara mengenali ciri-ciri anak yang mengonsumsi narkoba. Sehinga mereka bisa mendeteksi pengguna narkoba dilingkungan sekolahnya. Mereka tidak perlu lagi bertanya pada anak-anak yang mengonsumsi narkoba, namun akan tahu dengan sendirinya melalui sifat dan perilaku mereka.

Karena masih merupakan rencana program kerja tahun 2012, sampai saat ini nama-nama sekolah yang akan dijadikan pilot project itu belum dikantongi BNN. Sanusi mengaku, masih akan mengkomunikasikan rencana ini dengan pihak Dinas Pendidikan

Jumat, 03 Juni 2011

Candi Abad ke-16 Ditemukan di Kota Batu

Candi Abad ke-16 Ditemukan di Kota Batu 

Batu-Malang, - Sebuah bangunan kuno menyerupai candi ditemukan di belakang gedung SMP Muhammadiyah 8 di Kelurahan Sisir, Kota Batu, Malang, pada Selasa, 24 Mei 2011. Bangunan tersebut diperkirakan dibangun antara abad ke-16 dan ke-17 atau pada masa perkembangan Islam. "Bangunan ini dibuat setelah massa Hindu-Buddha atau sebelum masa penjajahan Belanda," kata arkeolog Universitas Malang, Dwi Cahyono, setelah melakukan pemeriksaan di situs tersebut, Rabu, 25 Mei 2011.
Bangunan kuno itu berbentuk menyerupai sebuah tangga dengan lebar bangunan sekitar satu meter. Pada bagian samping bangunan terdapat batu bata seukuran dua kali lipat dari ukuran batu bata biasa. Pada bagian tengahnya terbuat dari batu. Bangunan itu terpendam sekitar satu meter di dalam tanah.

Di Kelurahan Sisir memang banyak ditemukan bangunan kuno seperti yoni atau pasangan lingga. Sejumlah yoni kini diabadikan di Torong Park, kawasan yang dikenal dengan sumber mata airnya. "Tangga pada bangunan yang baru ditemukan ini kemungkinan dipakai sebagai akses pemilik ke sumber Torong Park," kata Dwi.

Bangunan itu ditemukan oleh Sugeng saat menggali tanah yang akan dipakai untuk bangunan SMP Muhammadiyah. Saat menggali itulah cangkulnya membentur batu bangunan. Guru Sejarah di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, Abdul Kholiq, yang dilapori adanya temuan ini meminta Sugeng meneruskan penggalian. Setelah mendapatkan bangunan menyerupai candi, Abdul memberitahu Dwi Cahyono. "Setiap membangun gedung, kami pasti menemukan banyak ceceran batu bata kuno," kata Abdul Kholiq.


Sumber: tempointeraktif.com

Kamis, 02 Juni 2011

Deklarasi UUD 1945

Tanggal 17 Agustus 1945 – Bung Karno dan Bung Hatta, atas nama Bangsa Indonesia mem-PROKLAMASI-kan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Sehari sesudahnya, ditetapkan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang pembukaannya merupakan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.
Undang-Undang Dasar 1945 disusun dalam tempo yang sangat singkat dan dalam suasana yang tidak kondusif, karena berada di bawah pengawasan yang sangat ketat dari pendudukan Jepang.
Pada awal tahun 1950 sampai dengan bulan Agustus 1950, kedudukan UUD 1945 digantikan oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat.
Kemudian antara tahun 1950 sampai dengan pertengahan tahun 1959, kedudukan UUD 1945 itu digantikan oleh Undang-Undang Dasar Sementara 1950.
Dan pada tanggal 5 Juli 1959 – dengan Dekrit Presiden Soekarno – UUD 1945 dinyatakan berlaku lagi di seluruh Indonesia.
Gerakan Reformasi yang berhasil melengserkan Soeharto, salah satu tuntutannya adalah agar UUD 1945 itu diamandemen atau diubah. Dalam menyikapi tuntutan amandemen itu, muncul tiga kelompok yaitu:
  1. Kelompok yang memandang UUD 1945 itu warisan founding father yang sudah sempurna dan tidak perlu diubah-ubah lagi.
  2. Kelompok yang memandang UUD 1945 itu warisan monumental founding father yang harus dipertahankan, namun perlu diadakan perubahan-perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.
  3. Kelompok yang memandang UUD 1945 itu sudah usang, tidak bisa dipakai lagi, dan oleh karena itu perlu dibuat Undang-Undang Dasar Baru.
Pelaksanaan Amandemen UUD 1945 itu dilakukan dalam 4 kali persidangan, yaitu :
  1. Perubahan Pertama, dalam Sidang Umum MPR Tahun 1999, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 19 Oktober 1999.
  2. Perubahan Kedua, dalam Sidang Umum MPR Tahun 2000, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 18 Agustus 2000.
  3. Perubahan Ketiga, dalam Sidang Umum MPR Tahun 2001, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 9 November 2001.
  4. Perubahan Keempat, dalam Sidang Umum MPR Tahun 2002, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 10 Agustus 2002.
Untuk menampung berbagai aspirasi sehubungan telah selesainya Amandemen UUD 1945 ini, dikeluarkan Ketetapan Nomor 1/MPR/2002 tentang pembentukan Komisi Konstitusi yang bertugas melakukan pengkajian secara komprehensif tentang perubahan Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Perubahan UUD 1945 telah selesai, dan berlaku bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Bila pada rezim Orde Baru UUD 1945 ini seolah telah disakralkan, sehingga haram untuk diutak-atik, maka di rezim Orede (ter)Baru bin Reformasi ini, UUD 1945 dengan mudah untuk diubah-ubah, sesuai dengan selera para anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Jadi, UUD 1945 bukan lagi menjadi “sesuatu” yang sakral, seperti layaknya Kitab Suci.
Bila ingin memiliki teks UUD 1945 yang telah diamandemen itu dapat Anda download di
http://www.4shared.com/file/32026151/1cf336e7/UUD_1945.html

by kim ijo