WARTA .............. BERITA .............. KABAR ............... KIM IJO > > > Informasi Mbatu

Salam

SUGENG RAWUH > > > SALAM IJO > > > SALAM SATU JIWA
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Agustus 2012

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 67





PENGIBARAN BENDERA MERAH PUTIH




 





 PEMBACAAN TEKS PROKLAMASI  OLEH  Ir. SOEKARNO



 



AMANAT PROKLAMATOR



 MENANAMKAN SEMANGAT JUANG ANAK BANGSA YANG TAK PERNAH PADAM OLEH JAMAN






 PIDATO KENEGARAAN BUNG KARNO DALAM MEMPERINGATI HUT RI KE 67 INDONESIA






REMAJA ADALAH PENERUS MASSA DEPAN BANGSA, BIMBING DAN KUATKAN DIA MENGHADAPI SEGALA TANTANGAN HIDUP, BANGSA DAN DUNIA
 




 SEMANGAT BAMBU RUNCING MERAH PUTIH YANG TAK PERNAH GENTAR MENGHADAPI SEGALA BENTUK PENJAJAHAN







 LOGO KEMENANGAN REPUBLIK INDONESIA




TEMA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE 67 TAHUN


 " DENGAN SEMANGAT PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945, 
KITA BEKERJA KERAS UNTUK KEMAJUAN BERSAMA, 
KITA TINGKATKAN PEMERATAAN HASIL - HASIL PEMBANGUNAN 
UNTUK KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA "














Kamis, 16 Agustus 2012

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Naskah Proklamasi terletak di Jl.Imam Bonjol 1, Jakarta, di sudut jalan setelah lampu merah Taman Suropati yang kedua, melewati Patung Pangeran Diponegoro. Museum Perumusan Naskah Proklamasi menempati sebuah bangunan tua bergaya Art Deco yang didirikan pada tahun 1920.
Gedung Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang berdiri di atas tanah seluas 3.914 m2 itu telah beberapa kali berpindah tangan. Pernah digunakan oleh PT Asuransi Jiwasraya pada tahun 1931, lalu dikuasai oleh Admiral Tadashi Maeda selama masa pendudukan Jepang, kemudian menjadi markas besar Tentara Kerajaan Inggris setelah perang Pasifik, beralih lagi ke Asuransi Jiwasraya, sebelum berpindah tangan lagi menjadi Kedutaan Inggris dari tahun 1961 sampai 1981, dan lalu menjadi Perpustakaan Nasional pada tahun 1982.
Saat dihuni oleh Laksamana Tadashi Maeda, gedung ini menjadi saksi peristiwa bersejarah yang terjadi pada 16-17 Agustus 1945, ketika perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dipersiapkan dan ditandatangani di tempat itu.
Namun baru pada tahun 1984, Prof. Nugroho Notosusanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, memerintahkan Direktorat Museum untuk menjadikan bangunan itu sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi sampai sekarang ini.


Museum Perumusan Naskah Proklamasi dengan sebuah spanduk yang dipasang di lantai dua untuk menarik perhatian orang yang lewat di depannya. Keberadaan Museum Perumusan Naskah Proklamasi ini tampaknya memang perlu lebih banyak dipromosikan.


Museum Perumusan Naskah Proklamasi di ruangan dimana Soekarno, Hatta dan Ahmad Soebardjo disambut Tadashi Maeda sekitar jam 10 malam, pada 16 Agustus 1945, setelah kembali dari “penculikan” Rengasdengklok.
Soekarno dan Hatta, ditemani Maeda, menemui Mayor Jenderal Nishimura untuk menjajagi sikapnya tentang rencana Proklamasi Kemerdekaan. Nishimura berkata bahwa Jepang tidak diperbolehkan mengubah status quo karena sudah menyerah kepada Sekutu, karenanya Nishimura melarang Soekarno – Hatta mengadakan rapat PPKI dalam rangka pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan.
Soekarno – Hatta pun berpendapat bahwa tidak ada gunanya lagi untuk membicarakan kemerdekaan Indonesia dengan pihak Jepang. Mereka hanya berharap agar tentara Jepang tidak menghalang-halangi proses pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Soekarno dan Hatta lalu kembali ke rumah Maeda. Rumah Maeda dipilih sebagai tempat penyusunan Naskah Proklamasi karena Maeda memberi jaminan keselamatan pada Bung Karno dan tokoh lainnya. Maeda sendiri masuk ke kamar tidurnya di lantai dua ketika peristiwa bersejarah itu berlangsung.



 
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di tempat dimana pada jam 3 dini hari, Jumat legi, 17 Agustus 1945, bulan Ramadhan, Soekarno, Hatta dan Soebardjo masuk dan duduk untuk merumuskan naskah proklamasi.
Soekarno melakukan penulisan naskah proklamasi, sedangkan Hatta dan Soebardjo memberikan saran secara lisan, sementara Miyoshi, orang kepercayaan Nishimura, bersama Sukarni, Sudiro, dan B.M. Diah ikut menyaksikan. Tokoh-tokoh lainnya, baik dari golongan tua maupun dari golongan pemuda, menunggu di serambi muka.
Kalimat pertama teks Proklamasi adalah saran Ahmad Soebardjo yang diambil dari rumusan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dan kalimat terakhir disarankan oleh Mohammad Hatta.

 

Museum Perumusan Naskah Proklamasi dengan teks proklamasi asli yang ditulis oleh Soekarno sebelum diketik oleh Sayuti Melik.


 
Museum Perumusan Naskah Proklamasi di tempat dimana pada dini hari 17 Agustus 1945 Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi atas permintaan Soekarno, ditemani BM Diah. Ia membuat tiga perubahan pada naskah: “tempoh” menjadi “tempo”, “Wakil-wakil bangsa Indonesia” menjadi “Atas nama bangsa Indonesia”, dan format tanggal.



Museum Perumusan Naskah Proklamasi dimana seluruh tokoh yang hadir saat itu berkumpul setelah naskah selesai diketik.
Pada jam 04.00 pagi, 17 Agustus 1945, Soekarno membuka pertemuan.
“Keadaan yang mendesak telah memaksa kita semua mempercepat pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan. Rancangan teks telah siap dibacakan di hadapan saudara-saudara dan saya harapkan benar bahwa saudara-saudara sekalian dapat menyetujuinya sehingga kita dapat berjalan terus dan menyelesaikan pekerjaan kita sebelum fajar menyingsing“. Soekarno lalu membacakan dengan pelan dan berulang naskah teks proklamasi itu. Semuanya menyetujui.
Soekarno kemudian menyarankan untuk bersama-sama menandatangani naskah proklamasi selaku wakil-wakil bangsa Indonesia. Saran itu didukung Mohammad Hatta dengan mengambil contoh “Declaration of Independence“-nya Amerika Serikat. Namun golongan pemuda menolak jika tokoh-tokoh golongan tua yang disebut sebagai “budak-budak Jepang” turut menandatangani naskah proklamasi. Sukarni lalu mengusulkan agar penandatangan naskah proklamasi itu cukup dua orang saja, yaitu Soekarno dan Mohammad Hatta, atas nama bangsa Indonesia. Usul Sukarni akhirnya diterima. Soekarno dan Hatta pun lalu membubuhkan tanda tangannya pada naskah yang sudah diketik oleh Sayuti Melik.
Diantara mereka yang hadir pada pertemuan dini hari itu adalah Soekarno, Hatta, Ahmad Soebardjo, Mohamad Amir, Boentaran Martoatmodjo, I Goesti Ketut Poedja, A Abbas, Iwa Kusumasumantri, Johanes Latoeharharry, Ki Bagoes Hadji Hadikoesoemo, Teukoe Moehammad Hasan, Ki Hadjar Dewantara, Otto Iskandardinata, K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, Soetardjo Kartohadikusumo, R. Soepomo, Soekardjo Wirjopranoto, G.S.S.J. Ratulangi, BM Diah, Sukarni, Chaerul Saleh, Sayuti Melik, Anang Abdoel Hamidhan, Andi Pangerang, Andi Sultan Daeng Radja, Semaun Bakry, Soediro, Abikoesno Tjokrosoejoso dan Samsi Sastrowidagdo.
Setelah itu ada pembahasan untuk menentukan tempat. Sukarni mengatakan bahwa rakyat Jakarta dan sekitarnya, telah diserukan agar datang ke lapangan IKADA pada tanggal 17 Agustus untuk mendengarkan Proklamasi Kemerdekaan. Namun saran Sukarni ditolak oleh Soekarno. “Tidak,” kata Soekarno,” lebih baik dilakukan di tempat kediaman saya di Pegangsaan Timur. Pekarangan di depan rumah cukup luas untuk ratusan orang. Untuk apa kita harus memancing-mancing insiden? Lapangan IKADA adalah lapangan umum. Suatu rapat umum, tanpa diatur sebelumnya dengan penguasa-penguasa militer, mungkin akan menimbulkan salah faham. Suatu bentrokan kekerasan antara rakyat dan penguasa militer yang akan membubarkan rapat umum tersebut, mungkin akan terjadi. Karena itu, saya minta saudara sekalian untuk hadir di Pegangsaan Timur 56 sekitar pukul 10.00 pagi.”
Sebelum meninggalkan rumah Maeda, Bung Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor-kantor berita, untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia.


Museum Perumusan Naskah Proklamasi memajang transkrip pidato singkat Soekarno sebelum ia membaca teks Proklamasi, di bawahnya adalah teks proklamasi, dan kata-kata penutup yang diucapkannya. Sementara di sebelah kanan adalah foto saat Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Kamis, 09 Agustus 2012

Mengupas Makna Naskah Proklamasi Hari Kemerdekaan Republik Indonesia



Naskah Proklamasi
Sebentar lagi kita sebagai warga negara Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan republik ini. Seperti yang kita ketahui bersama, pada awalnya yaitu pada tanggal 17 agustus 1945, proklamator kita dan sekaligus presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno atau biasa disebut dengan Bung Karno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta, tepatnya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.
Ada keunikan tersendiri oleh segenap bangsa Indonesia yang dirasakan tahun ini, yakni, faktanya proklamasi kemerdekaan Indonesia itu terjadi pada saat bulan Ramadhan, yaitu pada tanggan 9 Ramadhan., uniknya adalah kita bisa merasakan bagaimana kondisi perjuangan yang dilakukan para pejuang kemerdekaan pada saat mereka menjalankan ibadah puasa, berperang melawan penjajah sekaligus memerangi (mengontrol) hawa nafsu, kalau menurut saya itu sih luar biasa… nah uniknya lagi, saya menulis tulisan ini juga pada tanggal 9 agustus.. hehe
Bung Karno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta membacakan naskah asli proklamasi yang berisi sebagai berikut:
Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia.
Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatja.

Djakarta, 17-8-05
Wakil-wakil bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta



Itulah naskah asli yang dibacakan oleh Bung Karno pada tanggal 17 agustus 1945 yang menjadi sejarah dunia. Disini ada yang mau saya sampaikan, dan mungkin juga banyak yang bertanya, loh kok naskahnya berbeda dengan yang sering kita dengar.. jadi naskah yang saya tulis ini merupakan naskah awal yang masih dilakukan perubahan. Beberapa perubahan diantaranya adalah:
  • Pada naskah yang lama kata “tempoh” itu dirubah dengan kata “tempo”, itulah kata yang digunakan pada naskah proklamasi
  • Pada signatur, kata “wakil-wakil bangsa Indonesia” diganti dengan “atas nama bangsa Indonesia”.. (emang agak terdengar ganjil sih kalau pake kata wakil-wakil)
  • Berikutnya itu kata “Djakarta, 17-8-05” penulisannya dirubah jadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun ’05, pasti ada yang tanya kenapa tahun ’05.. jadi penggunaan tahun ’05 itu mengikuti tahun jepang, karena pada saat itu Indonesia sedang dijajah jepang so penanggalannya juga menggunakan tahun Jepang. Pada saat itu tanggal sebenarnya adalah 17 Agustus tahun 2605 (tahun Jepang)
  • Terus naskah asli yang akan dibacakan oleh Bung Karno pada hari deklarasi kemerdekaan itu sudah ditandatangani oleh Bung Karno dan Bung Hatta
Jadi naskah asli yang dibacakan oleh Bung Karno adalah seperti di bawah ini:


Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia
Soekarno/Hatta


Itulah naskah yang sampai saat ini kita kenal hingga saat ini, Saya sedikit ingin mengomentari mengenai naskah proklamasi ini:
  • Saya mau bilang bahwa para pejuang bangsa Indonesia menurut saya sudah sangat susah payah untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita ini, coba kalau kita belum merdeka, mungkin kota Jakarta bisa jadi kota Jakarto.. hehe ikut-ikut Tokyo-nya Jepang, maksudnya kita udah bebas dari penjajahan gituh, berterima kasihlah pada pejuang-pejuan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan cara tetap menjaga kemerdekaan ini agar tidak “dijajah lagi” oleh bangsa lain.
  • Saya membayangkan betapa senangnya Rakyat Indonesia setalah deklarasi kemerdekaan ini, walaupun pemerintahan Republik Indonesia belum terbentuk tetapi saya yakin, dalam benak rakyat Indonesia pasti muncul kebanggaan yang luar biasa setelah melalui bertubi-tubi perilaku kejam yang mereka terima dari penjajahan Belanda dan Jepang. Hidup Para pejuang!!
  • Saya bersyukur, untuk lahirnya sekarang.. coba dulu.. bisa ikut angkat senjata juga kali yah.. oke deh, sampai jumpa.. salam Merdekaa!!

Senin, 23 April 2012

Semarak Ulang Tahun Linmas Dengan Gelar Pasukan







Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-50 Satuan Perlindungan Masyarakat sekaligus Hari Ulang Tahun ke-16 Otonomi Daerah semarak dengan berbagai kegiatan, selain gelar pasukan juga dimeriahkan dengan lomba tarik-tambang yang diikuti Walikota Batu dan Muspida Kota Batu.

“Tidak lupa pada kesempatan yang berbahagia ini, kami ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap jajaran aparat Satuan Perlindungan Masyarakat di seluruh Indonesia, yang telah dengan sukarela dan dedikasi tinggi membantu Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan dalam menggemban tugas dan fungsi Perlindungan Masyarakat dengan baik di lapangan,” demikian kata Walikota Batu Eddy Rumpoko membacakan teks pidato Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.

“Dengan peran dan fungsi yang strategis tersebut, pemerintah tetap memiliki komitmen yang tinggi terhadap potensi Satlinmas agar dapat terus berdaya guna dan berhasil guna bagi masyarakat banyak dalam menunjang program pemerintah,”tambah Walikota.

“Perlu kita sadari bersama, bahwa hakikatnya Satuan Perlindungan Masyarakat dapat di fungsikan sebagai garda terdepan bagi pemerintah daerah dalam membantu mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat bencana alam, non alam, maupun bencana sosial, mengingat keberadaan Satuan Perlindungan Masyarakat berasal dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya diperlukan peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia aparat Satuan Perlindungan Masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan secara berkala sesuai dengan kebutuhan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” ungkap ER sapaan akrab Eddy Rumpoko.

Selain itu pengusaha sukses ini juga menambahkan, “Pada tanggal 25 April 2012, bertepatan dengan HUT ke-16 Otonomi Daerah. Tema Hari Otonomi Daerah Tahun 2012 adalah Kita Tingkatkan Kualitas Otonomi Daerah untuk Efektivitas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah menuju Kesejahteraan Masyarakat. Adapun pemaknaannya selaras dengan upaya untuk memperkuat sistem demokrasi dan sistem pemerintahan yang baik di daerah,” jelas Walikota Batu

“Secara umum ada 2 (dua) variabel utama terkait dengan implementasi kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, yaitu, pertama, peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan dan pembangunan. Setiap negara lazimnya memiliki titik berat yang berbeda dalam meng-implementasikan kebijakan desentralisasinya tergantung pada kesepakatan dalam konstitusi terhadap arah pertumbuhan yang akan dicapai melalui desentralisasi” tegas Walikota.

“Dinamika politik harus terus kita kelola agar keramaiannya tetap berjalan seiring dengan tujuan dan upaya pembangunan, tentu tanpa mengebiri kenyamanan kita dalam menikmati kebebasan berdemokrasi yakni demokrasi yang dipagari dengan aturan main yang adil, konstitusional dan tidak anarkis sehingga senantiasa berjalan di atas rel hukum dan ketertiban bermasyarakat,” seru Walikota.

Sementara itu Kasi Linmas Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kota Batu Mawardi menyatakan acara ini juga sebagai bentuk kesiap-siagaan Linmas dalam menyambut pemilukada kota Batu, “Ini bukti kami siap mensukseskan gelaran pemilukada, serta melakukan pembangunan Kota Batu,” kata Mawardi.

“Sebanyak 1700-an lebih anggota linmas siap bertugas, dan harus netral” tambah Kasi Linmas itu. Menurutnya dimasing-masing desa-kelurahan mempunyai anggota linmas dari 50 hingga 100 orang.
 

Selamat ulang tahun Linmas se-kota batu, semoga semakin jaya dan menjadi benteng pertahanan yang kokoh digaris depan.



Sumber referensi :Bagian Humas dan Protokol

Sabtu, 21 April 2012

SEJARAH KARTINI | KARTINI DAN EMANSIPASI WANITA INDONESIA MASA KINI



     Tanggal 21 April selalu saja kita peringati sebagai hari kartini dan ini menjadi tradisi tahunan bangsa Indonesia terutama kaum hawa yang memang kita kenal kartini adalah tokoh yang menjadi panutan para wanita di Indonesia yang sejarahnya telah kita ketahui sebagai pejuang wanita Di Indonesia yang sangat dihormati dan dikenang sepanjang masa.
Namun saat ini bangsa kita sepertinya telah lupa bagaimana seorang kartini itu memperjuangkan emansipasi wanita dan membuat wanita dapat tempat di depan kaum adam.
Oleh karena itu mari kita ingat sebentar sejarah kartini dan siapa kartini itu sebenarnya.
Berikut sejarah kartini yang kami ambil dari Wikipedia.com dan semoga memberika tambahan dan pengenalan kembali siapa seorang kartini yang menjadi tolak ukur sejarah wanita di Indonesia yang bangkit dari kegelapan jaman perang dulu.

Raden Adjeng Kartini adalah seseorang dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa, putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI.

Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi[2], maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka di rumah ia mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-teman korespondensi yang berasal dari Belanda. Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. Timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi, karena ia melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan dimuat di De Hollandsche Lelie. Dari surat-suratnya tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soal emansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder (Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda.

Oleh orangtuanya, Kartini disuruh menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.
Anak pertama dan sekaligus terakhirnya, R.M. Soesalit, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

Berkat kegigihannya Kartini, kemudian didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada 1912, dan kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah "Sekolah Kartini". Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.

Kartini banyak menciptakan dan mengarang Buku - buku dan Surat - surat yang penuh dengan semangat dan perjuangan terutama bagi kaum wanita .
Berikut daftar buku - buku karangan R.A kartini.
 
1.Habis Gelap Terbitlah Terang
2.Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
3.Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
4.Panggil Aku Kartini Saja
5.Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
6.Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.


Itulah sosok seorang kartini yang kontroversional namun telah membuat suatu perubahan yang begitu besar bagi kaum hawa di Indonesia.
Seorang wanita yang kuat yang membuat sejarah menjadi berubah dan menciptakan sebuah pemikiran baru dimana wanita juga memiliki emansipasi dan kesetaraan dengan kaum pria.
Begitulah Kartini sebenarnya dan kini saatnya para wanita Di Indonesia juga terus berjuang untuk menjadi kartini - kartini modern yang tak kalah dengan para pria.
Kartini kuat namun tetap seorang wanita yang lemah lembut serta sosok yang berkepribadian menarik dan bagus.
 
Sekian dari kami dan selamat hari kartini Di Indonesia.
tunjukan Emansipasi wanita Indonesia.

Selasa, 03 April 2012

DEMO ANARKIS MERUGIKAN BANGSA DAN NEGARA


Fenomena Kenaikan Harga BBM di Indonesia



   Semenjak berita kenaikan BBM muncul ke permukaan,masyarakat sudah banyak yang menentang dan bukan hanya itu,sepertinya Mahasiswa dan parpol oposisi juga sudah bersiap dengan aksi Unjuk rasa yang menentang rencana kenaikan BBM.
Dan benar apa yang terjadi,ternyata rencana kenaikan BBM telah membuat begitu banyak lapisan masyarakat melakukan Demo besar - besaran seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya.
   Namun kali ini kita bukan akan membahas mengenai Demo BBM yang terjadi,melainkan bagaimana perilaku yang tidak bijak yang dilakukan oleh pelaku demo yang tentu jumlah nya tidak sedikit.
tentu teman tahu bagaimana Di Negara kita Demo selalu berlangsung ricuh dan anarkis,dan sedikit yang demo dengan bijak.
Perilaku ini akan semakin menjadi ketika sebuah demo bukan lagi menjadi ajang pengantar aspirasi masyarakat melainkan demi sebuah kepentingan golongan tertentu.
Mereka dapat berlaku lebih keras dan anarkis,karena mereka merasa ada yang mengorganisir aksi mereka itu.
Mari kita lihat demo belakangan ini yang kita lihat mereka dengan mudahnya merusak fasilitas umum dan apa yang ada tanpa mempertimbangkan kalau hal itu,bukan membuat orang yang kita demo mendengar aspirasi kita dengan cepat ,melainkan malah akan membuat itu sebagai kesempatan.
    Bagaimana hal itu bisa terjadi ?
   Ini sangat mudah,ketika para demonstran melakukan aksi anarkis dengan merusak fasilitas umum atau milik pemerintah,maka tentu hal itu akan membuat negara keluar banyak dana untuk membangun nya kembali,dan uang siapa yang digunakan ?
Tentu saja Uang kita,Uang Rakyat.
Tentu hal ini seharusnya dipikirkan oleh para demonstran terutama mereka para mahasiswa yang disebut dengan kaum intelektual.
Seharusnya mereka berdemo dengan bijak dan tidak menghancurkan fasilitas dan unit milik pemerintah.
    Semisal ketika demo menghancurkan Mobil dinas,Tembok,pagar,dll
apakah biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah akan seharga biaya pembangunan dan daya beli ketika barang itu dibeli atau dibangun dulu ?
Tentu tidak,karena sekarang tentu lebih mahal harganya atau bahkan ini bisa dijadikan oleh pihak - pihak tidak bertanggung jawab sebagai kesempatan mencari dana tambahan.
Diharapkan sekali ke depan demo tidak dilakukan dengan anarkis,dan tidak ada korban jiwa diantara kedua belah pihak.
   Pemerintah pun harus segera cepat tanggap dalam menghadapi para demonstran dan segera menampung aspirasi masyrakat sehingga tidak meledak.
Demo BBM kemarin menjadi bukti kalau pemerintah tidak peka dalam mendengar aspirasi rakyat maka akan dapat timbul hal yang buruk.
Tentu saudara masih ingat peristiwa 1998 dimana terjadi demo besar - besaran untuk menurunkan rezim Suharto.
   Semoga Indonesia dalam damai dan tidak ada demo yang merusak dan mengorbankan banyak pihak.
   Silahkan melakukan demo,karena demonstrasi adalah ciri negara yang demokrasi nya baik dan mengeluarkan pendapat bukan hal yang dilarang.
Tetapi alangkah baiknya DEMO dilakukan dengan bijaksana dan tidak anarkis.
 
   kami tidak bermaksud membela pihak tertentu,dan kami hanya ingin bersikap netral dan melakukan yang terbaik bagi Negeri ini.

    apa kata dunia...........?????

Jumat, 30 Maret 2012

Hakekat Mental




1. Pengertian Mental

Mental berasal dari kata latin yaitu mens, mentis yang artinya: jiwa, nyawa, sukma, roh, semangat (Kartini Kartono, 1987:3). Sedangkan dalam kamus psikologi Kartini Kartono, (1987:278) mengemukakan:

Mental adalah yang berkenaan dengan jiwa, batin ruhaniah. Dalam pengertian aslinya menyinggung masalah: pikiran, akal atau ingatan. Sedangkan sekarang ini digunakan untuk menunjukkan penyesuaian organisme terhadap lingkungan dan secara khusus menunjuk penyesuaian yang mencakup fungsi-fungsi simbolis yang disadari oleh individu.

Pengertian mental dalam kamus besar bahasa Indonesia, (1991:647) adalah“Berkenaan dengan batin dan watak manusia, yang bukan bersifat badan atau tenaga, Bukan bersifat badan atau tenaga: bukan hanya pembangunan fisik yang diperhatikan melainkan juga pembangunan batin dan watak”.

Mental secara istilah dapat diartikan dengan “semangat jiwa yang tegar, yang aktif, yang mempengaruhi perilaku hidup dan kehidupan manusia” (Mawardi Labay El- Sulthani,2001:2).

Melihat dari pernyataan diatas, maka mental bisa diartikan sesuatu yang berada dalam tubuh (fisik) manusia yang dapat memepengaruhi perilaku, watak dan sifat manusia di dalam kehidupan pribadi dan lingkungannya.

2. Ruang Lingkup Mental

Dalam Agama Islam keterpisahan antara ilmu pengetahuan dan masalah agama tidaklah terjadi. Agama dan ilmu pengetahuan adalah dua hal yang berjalan seiringan dan tidak terpisahkan. Oleh karena itu bagi seorang Muslim untuk membuat pemisahan antara pendekatan psikologi dan agama itu tidak mungkin, karena kajian manusia banyak disebut-sebut dalam Al- Quran.
Djamaludin Ancok mengemukakan :

Kajian tentang diri manusia banyak disebut-sebut Allah SWT dalam Al- Quran Antara lain “kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri” (QS.41:45). Ayat ini mengisyaratkan bahwa di alam semesta maupun dalam diri manusia terdapat suatu yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekuasaan Allah. Yang dimaksud dengan “sesuatu” di sana adalah rahasia-rahasia tentang keadaan alam dan keadaan manusia (Djamaludin Ancok, 2001:148).

Kalau dikaji lebih jauh ayat-ayat Al-Quran dapat ditangkap bahwa manusia menenmpati posisi penting, seperti yang tertera dalam Al-Quran yang diturunkan kepada Rasulullah berbicara tentang manusia “Khalaqol insaana min’alaq”. Dapat diperhatikan dengan cermat, ada salah satu yang berkenaan dengan manusia yaitu jiwa.

Sedangkan dalam kajian psikologi masa kini ruang lingkup jiwa (mental) berkisar pada: tri- dimensionaraga (organo-biologi): jiwa (psiko-edukasi), dan lingkungan sosial budaya (sosio- kultural) sebagai penentuan utama perilaku dan kepribadian manusia. Dalam hal ini unsur raga semata bukan merupakan bidang kajian mental, melainkan termasuk bidang kajian bologi dan ilmu kedokteran demikian pula unsur lingkungan sosial budaya “an sich” tidak termasuk lahan mental tetapi bidang cakupan sosiologi dan antropologi. Tetapi sejauh kedua unsur ini berkaitan dengan pengalaman (kejiwaan) manusia, maka sudah tentu psikologi dapat dilibatkan.

Dengan demikian ruang lingkup psikologi secara garis besar adalah bidang-bidang psiko-biologi, psiko-ekstensial, dan psiko-sosial (budaya) dengan segala kemajemukannya (Hanna Djumhana Bastaman, 2001:148).

Sedangkan yang dimaksud dalam penelitian ini hanya berkisar pada organo- biologi (psiko-biologi) dan psiko-edukasi (jiwa).

3. Aspek-Aspek Mental

Manusia adalah makhluk yang pada dasarnya baik dan selalu ingin

Kembali padakebenaran yang sejati, karena pada diri manusia mempunyai

Aspek-aspek jiwa yang bisa mempengaruhi segala sikap dan tingkah laku manusia. Bertolak dari pernyataan maka aspek-aspek manusia dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Kartini Kartono (2000:6) mengemukakan bahwa aspek mental yang ada dalam diri manusia adalah keinginan, tindakan, tujuan, usaha-usaha, dan perasaan

b. Zakiah Darajat (1990:32) berpendapat bahwa aspek mental yang ada dalam diri manusia adlah kehendak, sikap, dan tindakan.

c. Mawardi Labay El- Shuthani (2001:3) memnadang bahw aspek mental yang ada dalam diri manusia adalah segala sesuatu yang menentukan sifat dan karakter manusia.

d. IbnuSina (1996:116) berpendapt bahwa aspek mental yang ada dalam diri manusia adalah kesadaran diri, amarah, dan keinginan.

e. Al Ghazali (1989:7)mengemukakan bahwa aspek mental yang ada dalam diri manusia adalah yang merasa, yang mengetahui dan yang mengenal.

f. Hanna Djuhamham Bastaman (2001:64) memandang bahwa aspek mental yang ada dalam diri manusia adalah berpikir, berkehendak, merasa, dan berangan-angan.

Pernyataan di atas menunjukkan bahwa aspek mental yang ad pad diri manusia adalah aspek-aspek yang dapat menentukan sifat dan karakteristik manusia itu sendiri. Perbuatan dan tingkah laku manusia sangat ditentukan oleh keadaan jiwanya yang merupaka motor penggerak suatu perbuatan. Oleh sebab itu aspek-aspek mental tersebut bisa manusia kendalikan melalui proses pendidikan.



Semoga bermanfaat..

Sumber referensi: www.pendidikankita.com

Rabu, 21 Maret 2012

INGIN NEGARA MENJADI KAYA , SEJAHTERAKAN BANGSA DAHULU.





selamat bertemu kembali dengan kami bagi pembaca semua.
pasti teman sering melihat berita - berita yang ada di portal berita dan media apapun yang sering sekali membahas soal APBN dan politik di negeri kita yang carut marut.
 

Sebenarnya membahas mengenai politik adalah suatu hal yang membosankan sekali tapi apa boleh buat,kita adalah bangsa yang ingin maju dan membutuhkan sebuah perubahan.
Tidak usah melakukan demonstrasi atau aksi anarkis lainnya.
 

Kita memanfaatkan media online saja untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan membuat teguran bagi para wakil kita di pemerintan.
 

hal yang ingin kami tanyakan adalah ,Apa yang kurang dari negara kita ini ?
Kita memiliki Sumber daya alam yang berlimpah dan sumber daya manusia yang hebat dan banyak juga,tapi mengapa kita masih tidak bisa dikategorikan dengan negara yang sejahtera taraf hidup nya ?
 

Menurut hemat kami,Negara kaya bukan hanya dari pendapatan atau jumlah orang kaya di dalamnya tapi bagaimana tingkat kesejahteraan warga nya.
Lantas hal inilah yang menjadikan kami mengangkat artikel dengan tema diatas.
Boleh jadi negara kita ini sebenarnya kaya tapi hanya kurang kaya lagi.
dari situasi yang ada,tingkat kesejahteraan yang tidak merata membuat negara kita menjadi semakin terpuruk dengan berbagai macam masalah didalamnya.
 

Apalagi para pejabat di negara ini malah sibuk dengan urusan politiknya yang sangat membuat negara ini semakin terbawahkan.
Bisa dikatakan negara kita lebih semakin maju dari sebelumnya dari banyak aspek terutama teknologi,namun hal itu bertolak belakang dengan tingkat pendapatan dan taraf hidup baik di masyarakat terutama mereka yang jauh dari pusat pemerintahan.
 

Apakah anda yakin kita sudah bebas dari buta aksara ?
Apakah anda yakin ,saudara kita yang jauh di pelosok menikmati terangnya lampu dan enaknya menonton TV ?
Apakah teman semua yakin teman kita di daerah terpencil dan pedalaman sudah makan dengan asupan yang sehat dan memadai ?
 

Hal inilah yang sangat kontras dengan mereka yang hidup di kota ,tentu cara yang paling tepat adalah mengalokasikan dana untuk menjamah bukan hanya dareha kota tapi juga daerah - daerah yang jauh dari kota.
Meningkatkan kualitas pendidikan adalah hal yang paling penting, menyediakan fasilitas kesehatan di setiap pelosok dusun dan memberikan pengarahan dan penyuluhan mengenai banyak hal positif sangat penting.
 

Jadi di harapkan sekali Pemerintah kita tidak bingung dengan mau bangun ini atau itu,mau beli ini atau itu, kalau kita anggap hal itu masih bisa ditunda mendingan ditunda saja dan dialihkan untuk melakukan rekonstruksi pada negara ini.
 

Dan sangat diharapkan juga para pejabat kita tidak kukuh dengan ego golongan masing - masing ,dan jika hal itu manyangkut kesehjateraan bangsa ,maka mari kita saling berjabat tangan dan membuat Indonesia bukan hanya negara kaya tapi juga sejahtera.
 
Semoga tulisan yang sedikit ini dapat mambantu dan dapat menjadi bahan pertimbangan kita bersama .

Jumat, 23 Desember 2011

Antusias Anak - Anak Menyambut Mobil Perpustakaan Keliling





Dalam rangka mengisi kekososng jam pelajaran,  SDN 1 Beji Batu,  kemarin mengundang perpustakaan keliling milik Dinas Pendidikan Kota Batu ke sekolah guna meningkatkan minat baca murid di sekolah tersebut.

Zulaikah, petugas petugas perpustakaan sekolah  menuturkan,  meski jam pelajaran kosong, pihaknya ingin menananmkan semangat rajin membaca pada  muriddengan  mengudang mobil perpustakan keliling.

Kedatangan perpustakaan keliling tersebut disambut antusias oleh para murid SD tersebut. Dengan persediaan 1500 judul buku di mobil perpustaaan keliling tersebut membuat murid SD tersebut senang membacanya.

Stevi murid kelas 3 menyatakan sangat senang dengan perpustaaan keliling  yang datang ke sekolahnya. “Senang sekali, sebab banyak buku yang gambarnya menarik,’’ katanya.  Senada dengan Stevi, murid lain dari SD itu  menyambut suka cita kedatangan mobil perpustaan tersebut.

Edi Purnomo,  petugas perpustakaan keliling menjelaskan bahwa mobil perputakaan ini beroperasi setiap tiga kali dalam seminggu yaitu hari Selasa, Rabu dan Kamis. Kesempatan itu dipakai  untuk berkunjung ke sekolah-sekolah SD di kota Batu. 

Selain menyediakan buku-buku bacaan,  perputakaan keliling ini juga memutarkan film-film pedidikan untuk memacing anak-anak agar mau memabaca. ‘’Anak-anak sangat antusias untuk membaca buku di perpustakaan keliling ini,’’ kata Edi.