WARTA .............. BERITA .............. KABAR ............... KIM IJO > > > Informasi Mbatu

Salam

SUGENG RAWUH > > > SALAM IJO > > > SALAM SATU JIWA

Jumat, 05 Agustus 2011

Mengembangkan Kreatifitas Anak



Anak saya yang pertama laki-laki berusia 9 tahun termasuk lamban dan pendiam bila dibandingkan dengan adiknya perempuan yang baru berusia 5 tahun. Ia tidak suka melakukan hal-hal yang baru, termasuk beberapa jenis permainan, alasannya selalu mengatakan "tidak bisa." Dalam kegiatan ekstra-kulikuler di sekolah ia juga tidak berminat sama-sekali. Saya kuatir kreativitasnya tidak berkembang dengan baik. Bagaimana menurut Ibu?

Kreativitas dan potensi anak seharusnya berkembang sejak kecil, dan masa usia pra-sekolah merupakan masa-masa yang paling efektif. Pada usia ini mereka memiliki kreativitas alami yang seringkali muncul dalam keinginan tahu yang besar, mereka sering bertanya, senang meniru dan tertarik menjajaki lingkungannya. Bahkan dalam permainan, anak pra-sekolah sudah dapat mengembangkan imajinasi dan potensi yang ada dalam dirinya.

Pada saat-saat seperti inilah peranan orang-tua sangat besar dalam menyediakan sarana yang cocok, memberikan waktu dan perhatian yang besar bagi anak. Ahli pendidikan Beck (1997) mengatakan, Studies of the backgrounds of talented children and highly accomplished adults often reveal homes rich in reading materials and other stimulating activities and parents who emphasizes intellectual curiosity and are highly accepting their youngster's individual characteristics.

Penelitian yang dilakukan pada anak-anak yang berbakat dan orang- orang yang berprestasi ternyata menunjukkan bahwa mereka kebanyakan berasal dari keluarga yang kaya dengan bacaan, aktivitas-aktivitas yang merangsang pemikiran, juga orang-tua yang menekankan keingintahuan serta yang menerima keunikan pribadi setiap anak.

Di pihak lain kreativitas orang-tua sering bersangkut-paut dengan pemilihan jenis permainan anak-anak mereka. Memang memilih permainan yang edukatif merupakan tantangan yang tersendiri. Banyak orang-tua yang tidak terlatih, sehingga permainan-permainan edukatif yang mereka pilih justru menghilangkan bagian penting dari jiwa anak yang menikmati, bercanda dan bermain dengan riang gembira. Orang-tua seharusnya waspada bahwa tidak setiap alat permainan yang mahal mempunyai unsur edukatif yang sehat, sesuai dengan keunikan si anak dan fase pertumbuhan jiwanya.

Memang satu pihak orang-tua melihat makin beragamnya jenis permainan yang ditawarkan di toko-toko, tetapi dipihak lain mereka sulit memilih jenis mainan yang dapat membantu perkembangan daya kreatif anak. Jadi,
1. Perlu bagi orang-tua untuk mengenali keunikan pribadi setiap anak. Banyak anak yang tidak menaruh minat pada apa yang orang-tua anggap"sangat menarik." Dalam hal ini orang-tua tidak perlu memaksakan kehendak mereka. Mungkin ada anak-anak yang lebih lambat dalam hal-hal tertentu. Biarkan secara natural selera mereka berkembang sendiri, karena sikap memaksa dari pihak orang-tua seringkali menghambat atau justru memperlambat keinginan si anak untuk belajar dengan memakai sarana-sarana yang baru.

2. Orang-tua juga perlu konsisten dan menciptakan suasana yang kondusif bagi anak untuk belajar. Hal ini sebaiknya dimulai pada usia sedini mungkin, dan secara khusus pada usia 3-5 tahun di mana keinginan tahu (curiosity) anak sedang berkembang dan potensi kreativitas mereka siap untuk dikembangkan. Jangan sampai usia-usia kritis ini terlewatkan begitu saja, karena orang-tua seringkali tidak menyadari betapa pentingnya kehadiran mereka untuk merangsang kreativitas. Akibatnya, mereka baru sadar setelah anak masuk ke sekolah formal atau sekolah dasar dan potensi kreativitas anak yang sudah mulai menurun bahkan mandeg pada tahun-tahun setelah itu.

3. Tidak dapat disangkali bahwa setiap orang-tua mengharapkan anak- anak dapat melakukan yang terbaik dan sukses di kemudian hari.

Namun perlu disadari, seringkali keinginan ini membuat orang-tua melakukan tekanan yang berlebihan terhadap anak. Tekanan untuk membuat anak hebat, bahkan memaksakan kehendak agar anak-anaknya melebihi anak- anak lain, seringkali menjadi kebanggaan semu yang ada dalam batin orang-tua. Sukses orang-tua dianggap identik dengan sukses anak, sehingga banyak orang-tua yang cenderung selalu mencampuri dan mengambil alih tanggung jawab si anak. Dengan demikian orang-tua merebut inisiatif anak dengan menentukan apa yang mereka harus dipelajari, kapan, dan kepada siapa mereka harus belajar. Tanpa sadar mereka sendirilah yang sebenarnya menjadi sumber penghambat perkembangan kreativitas anak.

Patut disayangkan bahwa banyak program untuk anak-anak balita yang berorientasi pada achievement (hasil yang dapat dicapai) namun bukan pada pengembangan imajinasi anak. Kreativitas anak biasanya dikembangkan melalui daya imajinasi baik dalam bentuk permainan ataupun membiarkan pikiran melayang mengikuti apa yang ia bayangkan, seperti yang dikatakan oleh Gross (1991),

Imagination involves play, letting the mind wander and seeing what it comes up on its own. Since imagination is crucial to creativity, it should come as no surprise that creativity is just as playful...

Imajinasi termasuk permainan, membiarkan pikiran melayang dengan bebas membentuk apa saja yang muncul dalam angan-angan mereka. Imajinasi sangat penting untuk pengembangan kreativitas, sehingga tidak mengherankan jikalau kreativitas seharusnya berkembang melalui permainan-permainan yang menyenangkan...

Akhir-akhir ini memang banyak orang-tua seperti anda, yang gelisah melihat anak-anak mereka kurang kreatif. Hal ini seringkali baru disadari setelah kesulitan-kesulitan belajar muncul. Penyebabnya bisa bermacam-macam antara lain,
1. Orang-tua yang terlalu melindungi anak dan ini biasanya terjadi banyak pada anak pertama, sehingga kesempatan bagi dirinya untuk belajar justru berkurang. Mungkin anda tanpa sadar, seringkali memaksa anak menyesuaikan diri dengan imajinasi dan fantasi anda sebagai orang-tua. Misalnya, saja pada saat mengajar anak untuk menggambar gunung dan sawah selalu dengan pola dua gunung, petak- petak sawah dan matahari. Pada saat anak mempunyai imajinasi yang berbeda, keinginan anda untuk menegur dan mengkoreksi sangat besar.

Padahal imajinasi dan fantasi dari dirinya sendirilah yang mendorong si-anak untuk bertindak kreatif. Pada anak kedua anda sudah lebih rileks dan fleksible, sehingga kreativitasnya tumbuh dengan lebih baik. Anak pertama biasanya segan mencoba sesuatu yang asing karena ia merasa kurang mampu dan keberhasilannya tidak dapat ia pastikan. Mungkin juga dulu ia pernah beberapa kali mencoba tetapi kurang berhasil dan mendapatkan celaan, sehingga ia kurang berani beresiko lagi.

2. Setiap anak unik, jangan dibanding-bandingkan. Apabila anda membandingkan dengan adiknya justru menghasilkan perasaan inferior sehingga ia merasa diri bodoh. Seringkali bagi anak-anak semacam ini orang-tua perlu untuk dapat menciptakan suasana yang kondusif untuk supaya anak berani mencoba sesuatu yang baru. Anda dapat mulai lebih sering bermain dan berusaha untuk mensejajarkan diri dengannya.
Keikutsertaan anda sebagai orang-tua akan dapat menciptakan semangat yang baru, dan ada keinginan untuk berpartisipasi. Setelah hal ini menjadi pola dalam dirinya anda dapat sedikit demi sedikit membiarkan anak mengembangkan kreativitasnya. Keberhasilan yang anda ungkapkan dalam bentuk pujian, dan dorongan seringkali menjadi perangsang untuk anak lebih berprestasi lagi. Doa saya adalah kiranya Tuhan menolong memberikan keberanian dan ketekunan dalam menerapkan prinsip-prinsip kebenaran yang telah anda ketahui.

Minggu, 10 Juli 2011

Belajar | Penjelasan Definisi Belajar








Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.

Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

Penjelasan Definisi Belajar
  1. Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
  2. Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
  3. Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.
  4. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
  5. Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima - hadiah atau hukuman - sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.
perasaan bangga dalam diri karna dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelajari


semangat yaw, belajarnya....

Kamis, 23 Juni 2011

JURUSAN KEPERAWATAN UNTUK PENUHI KEBUTUHAN PENDIDIKAN





Mayarakat kota batu boleh berbangga akan perkembangnan dunia pendidikan di kota batu. Pasalnya tahun ini untuk memenuhi kebutuhan akan dunia pendidikan serta memberi pilihan jurusan bagi calon siswa khususnya yang akan meneruskan ke sekolah menengah kejuruan bisa memilih jurusan sesuai dengan minat dan keahlianya tidak terkecuali jurusan keperawatan tingkat menengah atas yang baru saja di buka tahun ini Di SMK WIYATA HUSADA di bawah naungan yayasan Norma wiytata husada di desa punten kecamatan bumiaji kota batu.

Meski baru di launching tahun ini, namun SMK Wiyata husada yang pada tahun ajaran baru dan membuka jurusan keperawatan,sudah mendapat respont positif dari para orang tua serta pelajar khususnya yang ada di kota batu.

Hal tersebut dapat di lihat dari banyaknya pendaftar calon siswa yang ingin masuk di smk wiyata husada dengan memilih jurusan keperawatan.

Dengan di dukung fasilitas penunjang, baik gedung sekolah serta rumah sakit yang nantinya bisa di jadikan tempat praktek bagi siswa, SMK wiyata husada yang sudah mengantongi ijin penyelenggaraan sekolah dari dinas pendidikan kota batu ini juga memberikan keringatan biaya dengan kepada para calon siswa dengan membebaskan biaya uang gedung pada awal tahun ajaran baru ini.

Sementara itu seperti di ungkapkan Ketua Yayasan Wiyata Husada Dr Trianto Saudin ,di bukanya lembaga pendidikan SMK wiyata husada Rs punten ini merupakan jawaban dari tantangan perkembangan dunia pendidikan saat ini sekaligus memberikan pilihan bagi segenap calon siswa yang akan melanjutkan kejenjang sekolah menengah kejurusan sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

Selain jurusan keperawatan, SMK WIYATA HUSADA pada tahun ajaran kedua nanti juga akan membuka dua jurusan lainya yaitu jurusan analis keseshatan dan asisten apoteker.

Tentu saja dengan di bukanya SMK WIYATA HUSADA ini pihak lembaga sudah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak rumah sakit besar di jawa timur baik untuk kelangsungan proses magang selama satu tahun setelah para siswa mendapatkan teori maupun praktek di sekolah maupun penyerapan kerja bagi siswa berprestasi yagn telah lulus nanti.

Lebih lanjut Trianto menambahkan, untuk menunjang kelangsungan pendidikan di SMK wiyata, para siswa akan didik oleh guru pengajar provesional baik guru praktisi yang sebagian besar adalah dokter dan lainya di ambil dari sarjana SI dan D3 keperawatan serta guru normatif dan adaktif yang akan mengajar mata pelajaran seperti agama, bahasa, matematika dan palajaran lainya yang merupakan hasil rekrutment melalui sistim selecksi ketat sehingga menghasilkan guru guru yang berkompeten di bidangnya.

Minggu, 12 Juni 2011

BNN AKAN BENTUK ENAM SEKOLAH ANTI NARKOBA





Enam sekolahan di Kota Batu akan dijadikan sekolah anti narkoba, oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu. Sejumlah satgas anti narkoba pun akan ditempatkan di enam sekolah tersebut, untuk mendeteksi dini pengguna narkoba atau zat terlarang lainnya, di enam sekolah yang menjadi pilot project ditahun 2012 itu.

Rencana pembentukan enam sekolahan menjadi sekolah anti narkoba itu, diungkapkan langsung oleh Ketua Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu, Sanusi Sahlan, disela-sela kegiatan tes urin yang dilakukan pada 295 murid lulusan SMP se Kota Batu yang akan mendaftar di RSBI SMA Negeri 1 Batu.

Menurut mantan Kapolsekta Klojen itu, pembentukan enam sekolah sebagai pilot project sekolah anti narkoba itu, merupakan upaya dini untuk mencegah masuk dan beredarnya obat-obatan dan zat adictive terlarang lainnya dilingkungan sekolah.

Rencananya, BNN akan membentuk satgas anti narkoba yang beranggotakan para siswa di enam sekolah tersebut. Caranya, beberapa siswa akan dipilih dan diberi pengetahuan khusus tentang aneka obat-obatan dan zat adictive terlarang lainnya. Termasuk cara mengenali ciri-ciri anak yang mengonsumsi narkoba. Sehinga mereka bisa mendeteksi pengguna narkoba dilingkungan sekolahnya. Mereka tidak perlu lagi bertanya pada anak-anak yang mengonsumsi narkoba, namun akan tahu dengan sendirinya melalui sifat dan perilaku mereka.

Karena masih merupakan rencana program kerja tahun 2012, sampai saat ini nama-nama sekolah yang akan dijadikan pilot project itu belum dikantongi BNN. Sanusi mengaku, masih akan mengkomunikasikan rencana ini dengan pihak Dinas Pendidikan

Jumat, 03 Juni 2011

Candi Abad ke-16 Ditemukan di Kota Batu

Candi Abad ke-16 Ditemukan di Kota Batu 

Batu-Malang, - Sebuah bangunan kuno menyerupai candi ditemukan di belakang gedung SMP Muhammadiyah 8 di Kelurahan Sisir, Kota Batu, Malang, pada Selasa, 24 Mei 2011. Bangunan tersebut diperkirakan dibangun antara abad ke-16 dan ke-17 atau pada masa perkembangan Islam. "Bangunan ini dibuat setelah massa Hindu-Buddha atau sebelum masa penjajahan Belanda," kata arkeolog Universitas Malang, Dwi Cahyono, setelah melakukan pemeriksaan di situs tersebut, Rabu, 25 Mei 2011.
Bangunan kuno itu berbentuk menyerupai sebuah tangga dengan lebar bangunan sekitar satu meter. Pada bagian samping bangunan terdapat batu bata seukuran dua kali lipat dari ukuran batu bata biasa. Pada bagian tengahnya terbuat dari batu. Bangunan itu terpendam sekitar satu meter di dalam tanah.

Di Kelurahan Sisir memang banyak ditemukan bangunan kuno seperti yoni atau pasangan lingga. Sejumlah yoni kini diabadikan di Torong Park, kawasan yang dikenal dengan sumber mata airnya. "Tangga pada bangunan yang baru ditemukan ini kemungkinan dipakai sebagai akses pemilik ke sumber Torong Park," kata Dwi.

Bangunan itu ditemukan oleh Sugeng saat menggali tanah yang akan dipakai untuk bangunan SMP Muhammadiyah. Saat menggali itulah cangkulnya membentur batu bangunan. Guru Sejarah di SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu, Abdul Kholiq, yang dilapori adanya temuan ini meminta Sugeng meneruskan penggalian. Setelah mendapatkan bangunan menyerupai candi, Abdul memberitahu Dwi Cahyono. "Setiap membangun gedung, kami pasti menemukan banyak ceceran batu bata kuno," kata Abdul Kholiq.


Sumber: tempointeraktif.com

Kamis, 02 Juni 2011

Deklarasi UUD 1945

Tanggal 17 Agustus 1945 – Bung Karno dan Bung Hatta, atas nama Bangsa Indonesia mem-PROKLAMASI-kan Kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke seluruh penjuru dunia.
Sehari sesudahnya, ditetapkan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia, yang pembukaannya merupakan Deklarasi Kemerdekaan Indonesia.
Undang-Undang Dasar 1945 disusun dalam tempo yang sangat singkat dan dalam suasana yang tidak kondusif, karena berada di bawah pengawasan yang sangat ketat dari pendudukan Jepang.
Pada awal tahun 1950 sampai dengan bulan Agustus 1950, kedudukan UUD 1945 digantikan oleh Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat.
Kemudian antara tahun 1950 sampai dengan pertengahan tahun 1959, kedudukan UUD 1945 itu digantikan oleh Undang-Undang Dasar Sementara 1950.
Dan pada tanggal 5 Juli 1959 – dengan Dekrit Presiden Soekarno – UUD 1945 dinyatakan berlaku lagi di seluruh Indonesia.
Gerakan Reformasi yang berhasil melengserkan Soeharto, salah satu tuntutannya adalah agar UUD 1945 itu diamandemen atau diubah. Dalam menyikapi tuntutan amandemen itu, muncul tiga kelompok yaitu:
  1. Kelompok yang memandang UUD 1945 itu warisan founding father yang sudah sempurna dan tidak perlu diubah-ubah lagi.
  2. Kelompok yang memandang UUD 1945 itu warisan monumental founding father yang harus dipertahankan, namun perlu diadakan perubahan-perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.
  3. Kelompok yang memandang UUD 1945 itu sudah usang, tidak bisa dipakai lagi, dan oleh karena itu perlu dibuat Undang-Undang Dasar Baru.
Pelaksanaan Amandemen UUD 1945 itu dilakukan dalam 4 kali persidangan, yaitu :
  1. Perubahan Pertama, dalam Sidang Umum MPR Tahun 1999, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 19 Oktober 1999.
  2. Perubahan Kedua, dalam Sidang Umum MPR Tahun 2000, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 18 Agustus 2000.
  3. Perubahan Ketiga, dalam Sidang Umum MPR Tahun 2001, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 9 November 2001.
  4. Perubahan Keempat, dalam Sidang Umum MPR Tahun 2002, ditetapkan dan mulai berlaku sejak tanggal 10 Agustus 2002.
Untuk menampung berbagai aspirasi sehubungan telah selesainya Amandemen UUD 1945 ini, dikeluarkan Ketetapan Nomor 1/MPR/2002 tentang pembentukan Komisi Konstitusi yang bertugas melakukan pengkajian secara komprehensif tentang perubahan Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Perubahan UUD 1945 telah selesai, dan berlaku bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Bila pada rezim Orde Baru UUD 1945 ini seolah telah disakralkan, sehingga haram untuk diutak-atik, maka di rezim Orede (ter)Baru bin Reformasi ini, UUD 1945 dengan mudah untuk diubah-ubah, sesuai dengan selera para anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Jadi, UUD 1945 bukan lagi menjadi “sesuatu” yang sakral, seperti layaknya Kitab Suci.
Bila ingin memiliki teks UUD 1945 yang telah diamandemen itu dapat Anda download di
http://www.4shared.com/file/32026151/1cf336e7/UUD_1945.html

by kim ijo

Jumat, 20 Mei 2011

Peranan Omega-3 terhadap Kecerdasan





Mungkin Anda sudah sering mendengar betapa pentingnya zat omega-3 dalam susu formula yang konon dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak. Tapi sebenarnya, seberapa jauh peranannya terhadap peningkatan kecerdasan tersebut?

Suatu studi yang dipublikasikan dalam The American journal of Clinical Nutrition menemukan adanya manfaat asam lemak omega-3 tersebut terhadap perkembangan otak yang kemudian membuat para produsen susu formula memasukkan zat tersebut ke dalam susu yang mereka produksi. Menurut penelitian itu, ibu hamil yang mengkonsumsi omega-3 lebih besar kemungkinannya melahirkan bayi dengan perkembangan otak yang jauh lebih baik. Bayi-bayi yang ibunya banyak mengkonsumsi zat gizi tersebut juga mempunyai pola tidur yang lebih balk pada 48 jam pertama sesudah melahirkan. Pola tidur itu sendiri mencerminkan kematangan sistem saraf mereka dan berkaitan erat dengan perkembangan mental yang lebih cepat pada tahun-tahun pertama kehidupan mereka.

Hal lain yang harus diketahui, omega-3 dari susu formula saja tidak cukup. Anda perlu memberikannya langsung lewat sumber makanan lainnya, terutama bila si kecil sudah mulai bisa diberi makanan padat. Misalnya, dengan memberikan ikan dalam menu makanannya sehari-hari. Rangsangan dari luar melalui proses belajar pun penting untuk perkembangan otaknya, sehingga otak anak bisa berfungsi secara optimal.



Pustaka :
ensiklopedia hasil penelitian ilmiah oleh imam musbikin

Senin, 02 Mei 2011

BERAGAM POTRET UAN SMA/SMK/MA TAHUN 2011




Akhirnya ujian akhir untuk siswa/siswi SMA sederajat telah selesai juga.
Tahun ini kita memang menggunakan system yang berbeda ketimbang apa yang dilakukan tahun lalu.
Pada UAN tahun 2011 ini UAN bukan merupkan penentu kelulusan 100% karena UAN meyumbang 60% hasil akhir siswa.
Lantas kemana yang 40% nya ?
tahun 2011 ini Siswa/siswi SMA sederajat dapat sedikit lega karena mereka tidak harus terpaku pada hasil UAN 100% karena yang 40% diambil dari nilai harian siswa.
Jadi peran sekolah kembali juga menjadi penentu hasil kelulusan bagi siswa/i mereka.
Jadwal ulangan untuk tahun 2011 ini sudah terjadwal dan diumumkan sejak lama dan kemarin terbukti akhrinya UAN dapat dikatakan telah kelar.
Untuk jadwal UAN segala tingkatan dari SD s/d SMA dapat dilihat dibawah ini.

Waktu Ujian Nasional (UN) untuk SD/SMP/SMA sederajat adalah sebagai berikut:

1. Waktu UN SMA/MA adalah tanggal 18-21 April 2011
2. Waktu UN SMK/SMALB adalah tanggal 18-20 April 2011
3. Waktu UN SMP/SMPLB/MTs adalah tanggal 25-28 April 2011
4. Waktu UASBN SD/MI/SDLB adalah tanggal 9-11 Mei 2011

Untuk SMA dan SMP sederajat tentu mereka dapat berlega karena hanya tinggal menuggu pengumuman keluar dan berdoa tentunya.
lantas buat adik - adik yang masih SD silahkan berusaha dengan belajar terus dan berdoa ya.
walaupun kelulusan tidak 100% ditentukan hasil UAN para siswa/i harus tetap sedikit was - was karena mereka harus cek list nilai mereka dan hasil ulangan di sekolah juga.
Namun kemungkinan sekolah tetap akan membantu siswa/i nya karena biasanya jika nilai kurang pada siswa/i sekolah akan langsung memnita para siswa/i nya untuk segera melakukan perbaikan nilai sehingga dapat dikatakan 40% aman asal hal itu bukan terjadi pada siswa/i yang bermasalah.
Namun berita seputar UAN selalu saja menjadi kontroversi dan masalah umum.
bagaimana tidak setiap tahun selalu saja ada berita mengenai kebocoran soal yang terjadi sebelum UAN dilakukan.
lantas jawaban yang sama akan dikatakan para petinggi pendidikan kalau hal itu tidak terjadi dengan dalih kalau Soal UAN dikunci rapat dan dijaga ketat oleh pihak berwajib dan pengawas.
Hal ini menjadi potret yang sedikit memilukan dimana pendidikan kita sedang menuju ke arah perbaikan yang signifikan.
Berita kebocoran kunci jawaban tidak hanya menyebar melalui SMS sja namun juga telah melesat jauh lewat jejeraing sosial seperti facebook dan twitter.
lantas bagaimana ini bisa terjadi.
Tentu ini menjadi misteri dan harus disidik lanjut karena kami berpikir hal ini tak mungkin terjadi jika tidak ada hubungan antara penyebar kunci jawaban dengan orang dalam.
lantas jika media memberitakan begitu maka mereka akan mengatakan kalau kunci yang didapat adalah palsu dan menyesatkan.
Hal ini memang benar karena tida semua kunci itu benar namun tak jarang pula kunci itu ada benarnya juga.
tapi yang pasti bagi para siswa/i adalah usaha sendiri dan percaya diri.
Belajar itu lebih baik daripada mendapat jawaban gratisan yang malah menyesatkan nantinya.
kemudian lain kali semoga hal ini tidak terulang kembali di UAN tahun depan,walau sedikit meragukan kelihatannya.
Hal lain yang selalu menjadi potret wajah UAN Indonesia adalah kesalah teknis dan persiapan pihak penyelenggara.
Selalu saja ini menjadi masalah umum,dimana banyak hal unik terjadi di UAN setiap tahunnya seperti :
mulai dari kertas Ujian yang belum datang,Kertas LJK rusak atau kondisinya jelek , lembar soal tertukar sampai Lembar soal dan jawaban hilang entah kemana.
hal ini selalu membuat dunia pendidikan kita sedikit tercoreng karena ini membuktikan pada kita kalau Pemerintah dan pihak terkait belum melakukan persiapan secara total dan matang tapi kita maklumi saja dan semoga tahun depan hal ini tidak terjadi lagi sehingga para siswa/i dapat mengerjakan UAN dengan tenang dan lancar.
Hal lain yang selalu menjadi potert dari UAN kita adalah dari siswa/i itu sendiri dimana banyak sekali warni dalam diri siswa/i dalam menghadapi UAN mulai dari hal yang positif sampai dengan hal yang tak patut ditiru seperti mengakhiri hidup sebelum berperang dengan UAN.
UAN memang menjadi cerita tersendiri bagi dunia pendidikan kita semoga UAN kita semakin lancar dan tak ada masalah.
dan semoga mendatang hasil UAN bisa meraih nilai sempurna...... aminnnnnn.....

Kamis, 21 April 2011

Para Sejarawan Mengkritik Sejarah Kartini


Kritikan Para Sejarawan terhadap Sejarah Kartini

   Tokoh sejarawan Tiar Anwar Bahtiar menggugat sejarah Kartini dengan membuat artikel berjudul “MENGAPA HARUS KARTINI ?”. Artikel ini pernah dimuat di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009. Sejarawan lulusan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Tentu saja, kritikan seperti di atas bukan pertama kali dilontarkan para sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat pemerintahan Orde Baru masih sangat kuat, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar, lulusan doktor sosiologi Harvard University – guru besar Universitas Indonesia, pernah menggugat masalah ini. Harsja mengkritik ‘pengkultusan’ R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.

 Harsja juga mengkritik dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ada beberapa sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia, antara lain:
 
 
Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil mencegah dan menolak usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.


Siti Aisyah We Tenriolle

Siti Aisyah We Tenriolle bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah syair kepahlawanan La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar syair besar itu dibuat sendiri oleh Siti Aisyah We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.

Dewi Sartika, Rohana Kudus, dan lain-lainnya
Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, wanita-wanita tersebut sudah lebih jauh melangkah dalam mewujudkan ide-ide ke bentuk tindakan nyata. Contohnya adalah sebagai berikut:

Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung.

Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini. Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan). Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,” begitu kata Rohana Kudus.


Keterbelakangan kondisi wanita Indonesia sebelum masa Kartini adalah TIDAK BENAR
Jika kita mempelajari kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, maka omongan bahwa keterbelakangan kondisi kaum wanita di negeri ini sebelum dan di saat masa Kartini hidup adalah tidak benar. Wanita-wanita hebat tersebut turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh sebelum masa Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.


Kartini tidak akan dikenal jika tidak dibantu Belanda
Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Awalnya Kartini bergaul dengan Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini.

Harsja menulis tentang kisah ini: “Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.“

Lalu, Kartini berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.


Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).
 
  Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia (di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri) dalam masa kehidupan Kartini, hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.”

Karena itulah, dalam buku berjudul “Satu Abad Kartini” (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja menggugat, “Mengapa kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda dan tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kita-lah yang mengembangkannya lebih lanjut?”


Peran Snouck Hurgronje dalam Penokohan Kartini
Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda, yaitu Snouck Hurgronje yang mendorong Abendanon untuk menokohkan Kartini. Padahal, Snouck adalah seorang ilmuwan Belanda yang menjadikan tugas keilmuannya untuk kepentingan politik Belanda, dan berusaha membuat kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.

Dalam bukunya, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:
“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.”

  Sekilas tentang aksi Snouck Hurgronje
Agar lebih bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah dan mendapat simpati para ulama Mekkah, maka Snouck merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar agar langkahnya semakin mudah untuk mendapatkan kepercayaan umat muslim. Strategi Snouck ini cukup berhasil, dan benar-benar memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia. Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ‘penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ‘ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai "Mufti Hindia Belanda".

Snouck Hurgronje adalah adviseur (penasehat) pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam buku karangan Dr. Aqib Suminto yang berjudul Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib menjelaskan bahwa Snouck Hurgronje memberikan banyak nasehat strategi kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Strategi berikutnya adalah pelaksanaan kristenisasi dan pemanfaatan adat.

Tetapi terhadap daerah yang Islamnya kuat semisal Aceh, saran Snouck Hurgronje pada Belanda saat itu adalah untuk tidak menggunakan strategi kristenisasi. Untuk menghadapi Islam di Aceh, Snouck cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka ke arah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui penggabungan kebudayaan daerah dengan kebudayaan Belanda.


Hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje
Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang dan mengagumi kolonialis Belanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:


“Salam, Bidadariku yang manis dan baik!… Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: “Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).


Gugatan dan Himbauan Prof. Harsja W. Bachtiar
Menurut Harsja, ada baiknya bangsa Indonesia mulai berpikir lebih jernih: “Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Atau mengapa bukan Cut Nyak Dien yang tidak pernah mau bekerjasama dengan Belanda, dan tidak pernah menyerah menentang para penjajah? Apa kepentingan tersembunyi Snouck Hurgronje dan Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian pemerintahan negara ini mengikuti kebijakan itu?”, gugat Harsja.

Harsja menghimbau agar informasi tentang wanita-wanita hebat pahlawan Indonesia dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi teladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia dan lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.”


semoga bermanfaat....